Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kalimat-kalimat Gak Penting Yang Keluar Dari Mulut Panitia/Senior Saat Ospek

"Kalimat-kalimat Gak Penting Yang Keluar Dari Mulut Panitia/Senior Saat Ospek"

-                                        "Kita kaya gini demi kebaikan kalian"
Emangnya seberapa banyak sih yang kalian korbanin untuk para mahasiswa baru dan kebaikan apa yang kalian berikan, toh kalian jadi panitia atas kemauan sendiri dan gak ada yang maksa kalian jadi panitia.

-         "Apa ini? Sampah! (biasanya sambil robek kertas)"
Yang suruh buat tugas kaya gitu siapa sih, kan kalian juga yang suruh waktu masih sok-sok baik.

-         "Gausah ngobrol terus!"
Bukannya gk ada larangan ya ngobrol, karena bete ngedengerin ocehan yang gak jelas dari para panitia/senior yang Cuma bisa ngomel-ngomel gak jelas, lagian ngobrol itu harus dilakukan supaya dapat saling mengenal antara mahasiswa baru .

-         "5S nya mana? Terrapin 5S nya! Mana senyum, salam, sapa, sopan, santun"
Gimana mau nerapin lw panita dan seniornya aja mukanya gak enak diliat, bahkan gak ada yang ajarin cara-caranya

-         "Makannya harus habis ya! dalam waktu 2 menit, kalo gak habis, kasih kesebelahnya!"
Coba deh jadi panitia itu aga k pinter dan piker baik-baik, panitia sendiri aja belum bisa habiskan makanan secepat itu tapi suruh orang makan cepat-cepat, kalo dimuntahin dimukanya baru tau.

-         "Makan-makan aja gak usah pake suara!"
Gimana gak pake suara lw makan makanan yang kurang layak, gak enak dan dipaksa makan, kita kan punya hak untuk komentar tentang rasa dari makanan tersebut.

-         "Heh, apa liat-liat? Kamu! Nunduk! Nunduk!"
Setiap manusia punya mata dan gunanya untuk ngeliat, emang salah ngeliat lu yang lagi teriak-teriak dan marah-marah kaya orang gila di depan.

-         "Baris yang rapi, jalan yang cepet"
Gak semua orang diajarin baris dan jalan cepat saat sekolah, dan gak semua orang bisa lo atur

-         "Mana kekompakan kalian!?"
Mana bisa kompak dalam waktu singkat, apalagi kalo gak dibolehin ngobrol.

-         "Bisa mikir gak kalian dek! Kalian ini mahasiswa bukan anak SMA lagi!"
Bisalah mikir, yang gak bisa mikir itu kalian para panitia dan senior, masa kerjaan nya Cuma marah-marahin tapi gak ngasih solusi buat kami agar kami dewasa.

Mendingan semua kalimat-kalimat yang biasa dikatakan saat ospek dari dulu ampe sekarang buang aja deh, karena kalimatnya gak mendidik dan gak buat para mahasiswa pinter kan.
ada tambahan nih



Jangan Lupa Share, Like dan Komen…..

Alasan Dolar Makin Kuat

"Alasan Dolar Makin Kuat"

Akhir-akhir ini Setiap buka TV saat lagi nonton berita selalu tentang  isu kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah emang sedang jadi perbincangan hangat. Kepanikan seperti melanda para kelas menengah karena harga barang-barang impor jadi lebih mahal dari biasanya. Tapi apakah sobat sadar bahwa sobat seharusnya gak usah panik karena sebetulnya ekonomi Indonesia baik-baik aja. Kenapa bisa begitu? Padahal 1 dolar udah Rp 14 ribu!? Tenang aja sobat, akan saya jelaskan sekarang.

Ekonomi Amerika Lagi Kuat dan Meningkat

Setelah sempat masuk ke zaman "kegelapan", Amerika Serikat sedang bangkit dan ngebangun lagi ekonominya selama 4-5 tahun terakhir. Salah satu faktor adalah tingkat pengangguran yang semakin berkurang, dari masa krisis yang sebesar 10 persen pada 2008 ampe sekarang jadi 5 persen. Gini aja, ketika misal ada seribu orang yang abis dapat pekerjaan baru, maka mereka punya uang untuk dibelanjakan. Mereka beli hp dan mobil baru. Ekonomi Amerika makin bagus dong. Dampaknya adalah ke peningkatan nilai mata uangnya dan Amerika bisa jadi lebih cepet buat naikin suku bunganya.

Bukan Cuma Indonesia yang terkena dampak

Ini adalah fenomena ekonomi global. Dari Desember-Mei, rupiah mengalami depresiasi 5,7 persen, makanya itu yang bikin nilai tukar ampe Rp 13 ribu. Tapi gak cuma Indonesia. Brazil aja sepanjang 2015 melemah 15 persen. Bayangin betapa anjloknya nilai tukar real Brazil. Kalo di Asia Tenggara, Indonesia udah termasuk oke, sedangkan Malaysia dan Singapura malah termasuk parah. Bahkan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS anjloknya gila-gilaan. Setidaknya ada 20 mata uang yang melemah akibat penguatan dolar Amerika. Rusia, Turki, dan Afrika Selatan juga ternyata masih lebih parah sobat.

Devaluasi Yuan

Karena ekonomi Amerika yang semakin menguat, jadinya permintaan ekspor Cina melemah, angkanya turun terus. Selama bulan Juli aja turun 8,3 persen. Ekspor Cina ke AS turun 1,3 persen. Oleh karena itu Bank Sentral Cina melemahkan mata uang yuan terhadap dolar AS sampai 2 persen supaya barang produksi Cina jadi lebih murah dan diharapkan bisa memperbaiki ekspor mereka. Langkah Cina ini ngebikin negara-negara kayak Singapura, Selandia Baru, Australia, dan Korea Selatan nurunin mata uangnya terhadap dolar AS supaya barang produksi mereka bisa bersaing dengan Cina. Ekonomi Indonesia pun mandek karena Cina yang merupakan rekan dagang Indonesia nurunin mata uangnya, otomatis Indonesia harus ikut menyesuaikan. Belom lagi permasalahan ekspor Indonesia yang lesu dalam tiga tahun terakhir, berbanding terbalik dengan impornya. Intinya, makin dikit aja yang beli produk-produk Indonesia. Kalo udah begitu makin sulit aja deh pertumbuhan ekonomi kita sobat.

Tapi Kita Gak Usah Panik?

Masih ada faktor lainnya yang menyebabkan penguatan mata uang dolar AS seperti suku bunga Amerika yang rencananya bakal dinaikin oleh bank sentral AS, The Fed, tapi nyatanya gak juga naik ampe hari ini karena hal tersebut gak semudah yang mereka rencanakan. Juga sejumlah investor Amerika yang kembali ke negaranya setelah dolar menguat dan ninggalin rupiah terkapar gitu aja, maka gak heran kalo nilai tukar rupiah menurun. Tapi ternyata kepanikan terjadi di kalangan kelas menengah yang pengeluarannya banyak bergantung pada produk-produk impor. Sementara bagi kelas C dan D alias menengah ke bawah gak terlalu. 

Jangan Lupa Share, Like dan Komen....